Lord Spencer

Lord    Direction: Seorang pria paruh baya sedang berjalan lamat-lamat. Ia baru saja menguburkan anak laki-lakinya. Buatlah cerita pendekmengenai dirinya tanpa menggunakan kata (kubur, kremasi, sakit, meninggal, kecelakaan, kehilangan, mati, tewas, nama-nama penyakit, kuburan, dan hal-hal yang mampu menunjukkan bahwa ia baru saja menguburkan anak laki-lakinya). Namun, pembaca harus menyadari bahwa pria tersebut baru saja kehilangan anak laki-lakinya.

(Ini adalah tugas Gradien Writer Audition saya yang keempat. Sejujurnya, waktu baca direction saya mikir kalau tugas ini cukup rumit, tingkat kerumitan disini terletak di kata kunci yang nggak boleh dipakai. Selama dua hari memutar otak, saya memutuskan untuk membuat sebuah cerpen bergenre historical fiction dan saya beri judul Lord Spencer).Happy reading.

Groet,

FanyRenjana. Continue reading

Advertisements

Hideous Gaze

Forest Hills, Queens, New York City..

Seorang wanita berusia dua puluh lima tahun sedang mengeratkan mantelnya yang berwarna putih. Ia sedang duduk di bangku nomor dua dari pintu masuk cafe darkees, secangkir kopi hangat dia tempelkan di pipi kanannya agar sedikit terasa hangat. Di tangan kirinya, dia sibuk menerawang di sebuah ipad miliknya. Sorot matanya yang bulat tampak serius, kerutan matanya semakin menegang setelah ia berhasil menemukan informasi yang dia ingin tahu. Tiba-tiba seorang pria bertubuh kurus yang tingginya sekitar 180 cm duduk di depannya, cengiran nakal pria itu berhasil membuat si gadis berpaling dari buku catatannya. Terdengar jelas dialek New York atau  New Yorkese di suara cowok itu yang sedikit berat. Continue reading