The Windflower: berlayar ‘kapal aksara’.

cover indonesia

Indonesian version by gagasmedia

The Windflower adalah panggilan Devon Crandall, adik perompak Rand Morgan, perompak yang terkenal ganas sekaligus pemilik kapal The Black Joke kepada Merry Patricia Wilding, seorang gadis Inggris yang kala itu sedang mengungsi di Amerika. Rating 5 out of 5 saya berikan pada novel seistimewa ini. Bukan hanya bagus, tetapi magis. Kepiawaian Sharon dan Tom Curtis untuk membius pembaca memang patut dipuji. Terlebih mereka sudah membawa saya mengarungi lautan luas Amerika-Inggris bersama Devon dan Merry. Setelah membaca novel yang memiliki terbal sekitar 600 halaman ini sangat patut sambil mendengar lagu Eternal Flame dari The Bangles karena akan terasa ‘feel’ dari novel ini. Genre tentu romance, novel ini merupakan jenis Historical Romance yang menyabet banyak penghargaan. Penghargaan-penghargaan yang berhasil diraih:

AAR Top 100 Romances #53 (2000),

AAR Top 100 Romances #83 (1998),

AAR Top 100 Romances #33 (2004),

AAR Top 100 Romances #75 (2007)

dan feedback positif dari berbagai nama penulis HR di New York seperti LaVyrle Spencer (penulis Separate Beds, Hummingbird), Sandra Brown dan tentu, Johanna Lindsey. Di goodreads.com sendiri novel ini meraih rating cukup tinggi secara keseluruhan yaitu 4,23 mendekati rating sempurna. Novel ini pertama kali dipublikasikan tahun 1984, namun unsur keindahannya bisa dinikmati selamanya. Dan uniknya, saya bisa jatuh cinta kepada sosok bajak laut berambut indah bak tembaga, ya, Devon Crandall.

cover asli

original cover

 

Saya selalu menikmati bercerita tentang The Windflower, berikut adalah SPOILER dari saya, kalau mau baca novelnya tak direkomendasikan membaca spoiler ini.  Merry Patricia Wilding tinggal bersama bibinya di Amerika mengikuti jejak ayahnya. Kakak lelakinya bernama Carl bekerja di kota bersama ayahnya tepatnya di pemerintahan Amerika. Saat itu sedang perang melawan Inggris maklum kisah ini berlatar tahun 1800an. Merry mendambakan petualangan, itu sebabnya dia mengiakan tawaran Carl untuk bekerja sama melukis wajah-wajah yang dianggap sebagai musuh. Mereka pergi bersama dua orang sepupu mereka ke kedai dekat pesisir pantai, Merry menyamar sebagai pelayan hamil. Disana, Carl berhasil menunjukkan wajah-wajah yang harus Merry lukis yaitu wajah Rand Morgan dan beberapa awak kapal lain.
Merry nggak pandai berpura-pura, itu sebabnya dia langsung pucat ketika berhadapan dengan awak Morgan, sang ketua bajak laut. Sepupunya membawa Merry keluar kedai dengan alasan kehamilannya. Selamat, namun, ada halangan ketika jerami dalam gaun Merry ambruk, Sally berusaha untuk mencari peniti sebagai pengganjal, dia pun lari meninggalkan Merry yang bersembunyi di balik tangga.
Sialnya, Devon Crandall, adik angkat Morgan tahu kalau Merry melarikan diri. Cat menangkap Merry dan hampir menyiksa gadis itu kalau bukan dicegah Devon. Malam itu Merry menghabiskan masa tahanannya di ruang penyimpanan jerami dengan bercakap dengan Devon.
Devon melepaskan Merry yang kemudian mulailah hari-hari membosankan Merry di rumahnya, sampai Dowager Duchess of St. Cyr mengirimi bibi Merry sebuah surat kalau mereka diundang ke Inggris. Bibi Merry alias April diminta untuk menemui Granville atau Sir Michael untuk membawa mereka kembali ke Inggris karena sepertinya April sudah nggak betah berlama-lama di Amerika akiba kejahilan Henry Cook yang terus mengusilinya. Berhasil menemui Granville di New York, tak lama berselang mereka berangkat ke Inggris. Setelah sampai di kapal yang akan membawa mereka mengarungi samudera, Merry membuka kopernya dan ternyata isinya penuh semut. Henry memasukkan semut-semut itu untuk menjahili April karena dikira itu koper milik Bibi April, ternyata Henry salah.
Akibatnya, kabin di kapal itu penuh semut, Merry terpaksa tidur di kamar Granville yang mengungsi tidur di dek luar. Disinilah pembaca dibawa untuk mengarungi samudra bersama Merry karena ternyata ada dua orang bajak laut yang datang mencuri di kamar Granville, karena melihat Merry yang terbangun mereka juga menculik Merry.
Dua orang itu adalah pesuruh Cat yang diminta Devon mencari sebuah barang bukti. Dua awak itu hendak membunuh Merry kalau bukan Cat yang mencegah mereka. Cat terpaksa berpura menenggelamkan Merry setelah mereka berdua aman berada pada perahu yang membawa mereka ke kapal Black Joke. Disana, Merry diberi obat penenang oleh Morgan karena gadis itu nggak bisa berhenti marah-marah. Merry ditempatkan di sebuah kamar dalam kapal, dia sekarang sebagai tawanan karena menurut Devon, Merry jelas ada hubungannya dengan Granville dan peristiwa di kedai beberapa waktu lalu.
Setelah sekian lama hubungan mereka tarik-ulur menjadi kisah cinta dan keunikan Merry yang bisa menaklukkan seluruh awak kapal untuk diajak berteman. Sampai pada kisah dimana Merry mencoba kabur. Merry sengaja melompat dari Black Joke karena dikira Devon sedang pergi menemui kapal perompak lain. Merry yang bodoh mengira Sails ‘membuang’ perahu nekat naik perahu itu sendirian. Beberapa lama kemudian Merry sadar kalau Sails membuang perahu itu karena perahu itu sudah tak layak pakai alias bocor. Air laut segera menenggelamkan Merry dan perahu curiannya, karena sekoci Devon juga berada di sekitar sana, Devon terjun ke laut menyelamatkan Merry. Setiba mereka di kapal Black Joke lagi, seluruh isi kantong Merry tumpah, Merry sudah mencuri berkas-berkas penting milik Devon sebelum gadis itu memutuskan terjun ke laut. Berkas itu belum dibaca oleh Merry, berkas itu tentang kelicikan Granville yang dicuri dua awak kapal Morgan di malam Merry diculik. Alhasil, Devon kehilangan barang buktinya untuk menjerat Granville. Dia membutuhkan Merry sebagai saksi namun Merry tetap saja menolak memberitahu siapa dirinya sebenarnya karena takut Carl dan ayahnya terjerat masalah.
Sampai ke percobaan kabur Merry yang kedua yakni ketika Black Joke harus menjarah kapal perompak lainnya untuk mendapatkan makanan dan persediaan senjata, Merry pergi meninggalkan kapal dengan seorang awak (lupa namanya). Di atas kapal Black Joke sedang terjadi peperangan sengit yang menewaskan beberapa awak kapal sehingga mengalihkan perhatian Devon untuk Merry melarikan diri.
Merry tersesat di sebuah pulau bersama orang itu, pria itu ternyata salah membaca peta. Bodohnya sehingga mereka harus berkeliaran di pulau tanpa penghuni. Merry tahu kalau temannya itu sedang sekarat. Jadi, Merry membuatkan makan malam yaitu ikan bakar lezat sebelum mereka tertidur. Paginya, Merry mendapati pria itu tercabik dimakan buaya. Merry resah dan mencoba memanjat pohon, namun tubuhnya demam karena semalam digigit nyamuk-nyamuk besar dan ganas. Merry tak sadarkan diri. Devon yang sadar kehilangan Merry, berusaha mencari Merry kemana-mana, untungnya, salah satu awak sempat membaca peta yang dibawa pria yang meninggal itu. Devon mencari Merry ke kota tempat mereka tuju dan begitu dia tahu kalau mereka berdua tak ada disana, Devon langsung menyimpulkan awaknya itu tak dapat membaca peta dan mencari ke arah berlawanan. Devon menemukan Merry yang dalam keadaan sekarat berbaring di tanah.
Merry sekarat, dia mengalami demam tinggi sehingga membuat Morgan iba dengan meminjamkan kamar pribadinya untuk merawat Merry. Selama beberapa minggu Merry tak sadarkan diri. Morgan memutuskan untuk singgah di sebuah pulau milik Duke of St. Cyr untuk mengobati Merry, Cat meramu bahan-bahan tradisional yang cukup berbahaya dan mengandung resiko tinggi untuk mengobati Merry. Devon dengan berani menjadi kelinci percobaan, dia meminum obat itu sehingga tak sadarkan diri beberapa lama. Cat menurunkan dosis obat itu setelah melihat reaksi tubuh Devon atas obat buatannya sebelum diberikan kepada Merry. Merry sembuh dan sadar terlebih dahulu dari Devon. Devon mengalami pusing luar biasa setelah dia berhasil sadar.
Selama beberapa hari mereka menikmati suasana indah pulau itu, lautannya yang biru dan pemandangan yang luar biasa. Sampai, suatu malam, di pesta api unggun datang beberapa awak Inggris yang melapor kepada Morgan kalau ada musuh dibalik selimut. Seseorang telah melaporkan keberadaan mereka kepada pemerintah Amerika. Morgan dan Devon ketika itu Merry juga menghadiri acara itu melihat sebuah poster dengan wajah Morgan, Devon terpampang. Merry memucat tahu kalau dialah yang melukis wajah mereka. Devon melirik Merry, dia juga tahu kalau Merrylah yang melukisnya karena pria itu telah melihat beberapa awak kapal yang telah dilukis Merry di atas kapal.
Devon membaca Merry kembali ke rumah mungil di pulau itu, Devon menuntut penjelasan yang masih ditolak mentah-mentah oleh Merry. Dengan amarah berkobar, Devon membawa Merry berlayar ke suatu tempat, yakni Inggris.
Setiba mereka di Inggris, Devon menunjukkan rumahnya dengan mengikat Merry dengan tali karena gadis itu beberapa kali mencoba kabur. Disana, ada pengurus rumah bernama Lord Cathcraft kalau nggak salah ingat dia ayah Cat. Catraft menjelaskan beberpa hal kepada Devon termasuk mengenai perjodohan Devon yang gagal.
Cathcraft bercerita selagi Merry berhasil tidur di sofa perpustakaaan mereka. Beliau menjelaskan kalau bibi gadis yang akan dijodohkan kepada Devon sudah berhasil membujuk gadis itu untuk pulang ke Inggris namun di tengah jalan gadis itu diculik setelah ditemukan mengungsi tidur di kamar Granville atau Sir Michael musuh Devon. Catcraft terus saja berkata-kata sampai menjurus fakta kalau Merry merupakan gadis yang semula dijadikan objek perjodohan. Devon menatap Merry bahagia dan meminta untuk menikah dengan gadis itu pagi itu juga.
Mereka menikah, sementara Devon melupakan rahasia-rahasia Merry. Terkuak juga siapa sebenarnya Devon, Devon adalah seorang pria bangsawan tulen. Dia merupakan Duke of St. Cyr yang kekayaannya melimpah ruah. Mereka menikmati masa pemburuan jodoh di London, mengikuti beberapa pesta dansa, bertemu ibu Devon dan April di rumah mereka yang bahagianya mengharu biru.
Tapi tetap saja rahasia belum terungkap, di pesta dansa ketika Cat menemui Merry di taman estat Devon, Granville keluar dari semak ketika Cat masuk ke dalam estat untuk menemui Devon. Merry ditinggal sendirian karena gadis itu masih ingin menikmati suasana malam yang indah. Granville mengancam Merry untuk datang sendirian membebaskan Carl yang ditawan Granville sambil menodong pistol ke tubuh Merry. Merry mengiyakan permintaan Granville dengan hati yang gundah. Dia takut kalau kakaknya disakiti selain itu dia tahu Granville akan menyakitinya juga Devon.
Untungnya, Raven, sahabat Merry di atas kapal Black Joke tadi bersembunyi di semak-semak dan mendengar semua pembicaraan Granville dan Merry. Ravenlah yang akan menemui Granville bersama Merry besok.
Besok telah tiba, Merry dan Raven secara sembunyi-sembunyi keluar dari estat ketika Devon sedang rapat masalah bisnis yang harus diurus. Waktu yang tepat pikir Merry. Mereka tiba di sebuah gudang penyimpanan untuk membebaskan Carl yang sedang dipasung. Bunyi tembakan bergelenyar ketika mengetahui Granville datang. Dia berbicara dan amat murka karena Merry tak datang sendiri. Tak lama, ternyata Devon datang. Devon diberitahu oleh pelayan kalau Merry keluar dengan tindakan mencurigakan, awalnya Devon meminta agar Merry dibuntuti pengawal tapi karena resah dia sendiri yang membuntuti Merry.
Setelah berduel dengan Granville, Devon terkena tembak. Cat merawat Devon hingga sembuh. Rahasia pun terkuak. Dari segi Merry, dia mengatakan kalau dia tak ada hubungan apapun dengan Granville, Merry selama ini hanya takut kalau Devon akan memenjarakan kakakknya. Padahal bukan itu niat Devon, pria itu ngotot tahu status Merry karena Devon begitu menyukai Merry. Devon mengira kalau Merry adalah wanita simpanan Granville. Devon hanya ingin memastikan kalau Merry tak ada hubungan apa-apa dengan Devon bukan untuk memenjarakan Carl. Dan, Granville telah membunuh adik perempuan Devon, itu sebabnya Devon membenci pria itu dan hendak membalaskan dendamnya. Granville dipenjara, Carl dibalikkan ke Amerika tapi karena dia telah bersalah kepada Morgan, Carl diminta untuk menjadi awak kapal di Black Joke untuk sementara. Lucunya lagi, ternyata Rand Morgan adalah mantan kekasih ibu Merry saat dulu Morgan berada di Amerika. Morgan sangat menyukai ibu Merry yang kala itu sudah menikah. Ketika Merry lahir, Morgan berjanji akan melindungi kedua orang itu. Tapi, ibu Merry meninggal tak lama setelah Merry lahir. Morgan mengutus dan memensiun salah satu awaknya untuk menjaga Merry yaitu Henry Cook yang bekerja sebagai tukang kebun Merry dan sebagai orang yang selalu usil kepada April. Henry berlaku demikian karena menyukai April yang selalu menolaknya. Tapi akhirnya mereka bersatu sama seperti Devon hidup bahagia dengan Merry. Satu lagi, Ibu Devon adalah teman kecil April, beberpa waktu sebelum memutuskan kembali ke Inggris, April mengiriminya surat tentang hidupnya di Amerika. Sang Duchess meminta April untuk berkunjung ke Inggris dan menjodohkan keponakannya dengan anak sang Duchess.

 

Itu adalah cerita singkat The Windflower yang dirangkum dari 624 halaman menjadi 3 halaman. Agar mendapat feel dan ikut mengarungi samudera bersama para tokoh, kalian harus ikut membacanya. Mungkin setelah membaca spoiler ini kalian pikir, “ah, gini aja. Gak seru!” tapi novel itu lebih dari seru. Saya sangat menyukainya. Jadi kalau di goodreads maksimal rating 5, dengan senang hati 5 bintang akan saya beri. Selamat membaca 

 

 

sources: The Windflower novel, http://www.goodreads.com/book/show/679702.The_Windflower.

 

 

Groet,

 

FR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s